Kontak kami

081271833602

10 Cara Mengatasi Rasa Malas

cara sederhana mengatasi rasa malas

Merasa sedang nggak ingin melakukan apapun? It’s okay kok, itu wajar. Di masa yang menuntut semua dikerjakan cepat, nyaris tanpa jeda, sesekali tidak ingin melakukan apapaun, tidak masalah.

Tapi kalau setiap hari Sahabat Motiva merasa enggan melakukan aktivitas apapun, berhati-hatilah, jangan-jangan, Sahabat sudah terjangkiti penyakit malas.

Cara sederhana mengatasi rasa malas

Ada banyak alasan mengapa kita merasa malas mengerjakan sesuatu. Misalnya saja karena tidak menyukai pekerjaan yang perlu dilakukan, terlalu banyak yang harus dikerjakan, atau malah mengalami gejala penyakit fisik tertentu.

Penyebabnya, memang mirip dengan kebiasaan menunda atau prokrastinasi. Bedanya, jika menunda masih memungkinkan kita menyelesaikan pekerjaan yang lain, sementara malas, tidak akan ada satu pekerjaan pun yang akan mampu kita selesaikan. Full rebahan. 😀

Sayangnya, malas atau tidak, seringkali ada beberapa aktivitas yang memang wajib kita kerjakan; tidak peduli seperti apapun kondisi kita.

Jadi, apa yang harus dilakukan untuk mengatasi rasa malas?

Berikut ini Motiva rangkumkan 10 cara mengatasi rasa malas yang do-able banget. Silahkan Sahabat Motiva pilih, trik mana yang paling mudah dilakukan.

10 menit untuk mengatasi rasa malas bekerja

10 trik mengatasi rasa malas

#1. Kerjakan selama 10 menit

Sama dengan cara mengatasi kebiasaan menunda, mengatasi rasa malas juga bisa dilakukan dengan mengerjakan 1 aktivitas dalam kurun waktu tertentu.

Biasanya, setelah beberapa menit mengerjakan 1 aktivitas, Sahabat akan cenderung enggan berhenti atau termotivasi untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

#2. Gunakan aturan 2 menit

Malas membuat sampah di bawah meja kerja? Apakah bisa dikerjakan kurang dari 2 menit? Jika ya, maka lakukan saja.

#3. Kerjakan tugas paling mudah dulu

Ya, trik ini memang bertentangan dengan sistem produktivitas eat the frog. Tapi jika rasa malas muncul karena beratnya pekerjaan yang harus kita kerjakan, mengapa tidak kerjakan yang mudah saja dulu?

Kesuksesan mengerjakan satu pekerjaan, biasanya akan memotivasi melakukan pekerjaan lainnya.

Jangan lupa, uraikan pekerjaan yang terasa berat tersebut menjadi beberapa bagian. Dengan cara ini, pekerjaan berat pun akan terlihat mudah dikerjakan.

#4. Gerak badan

Dengan kata lain, coba atasi rasa malas dengan olahraga. Tidak harus pergi ke gym atau lari pagi, coba lakukan streching saja di rumah. Masih berat? Gerakkan badan dengan iringan lagu favorit.

#5. Ganti suasana

Bekerja di rumah malah dapat banyak gangguan dan memicu rasa malas? Cobalah ganti suasana bekerja untuk mengatasi rasa malas yang timbul. Sahabat bisa pergi workingspace atau perpustakaan.

Biasanya dengan berada di lingkungan orang yang sedang bekerja, bisa membuat kita termotivasi untuk bekerja juga.

#6. Temukan partner akuntabilitas

Rasa malas kadang bisa timbul karena kita tidak memiliki “teman seperjuangan” yang bisa kita ajak untuk melakukan aktivitas yang sama.

Dan punya teman akuntabilitas bisa membantu kita termotivasi melakukan pekerjaan yang kita hindari.

Saran Motiva, pilihlah partner akuntabilitas yang punya “semangat juang” tinggi aka. goals achiever.

#7. Kenakan pakaian yang lebih rapi

Terdengar konyol memang, tapi percaya atau tidak, cara kita berpakaian juga bisa membantu memperbaiki mood.

Menurut Karen Pine, seorang psikologi fesyen, saat kita mengenakan pakaian tertentu, maka kita akan mengadopsi karakter dari pakaian itu sendiri.

Pakaian biasanya menjadi simbol bagi suasana tertentu, misalnya pakaian kerja, pakaian profesional, atau pakaian santai. Jadi, saat kita mengenakan salah satu pakaian tersebut, otak kita akan mengarahkan untuk berperilaku sesuai dengan makna pakaian itu sendiri.

#8. Kenali pemicu rasa malas

Malas mengerjakan pekerjaan kadang terjadi karena kita sudah membayangkan kesulitan menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Coba ambil kertas dan pulpen, tulis atau gambarkan apa sebenarnya masalah yang membuat Sahabat malas menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Ada tiga keuntungan yang bisa kita peroleh dengan “berpikir di atas kertas”, yaitu

  1. Mendapat gambaran jelas ada dimana letak kesulitan yang Sahabat coba hindari
  2. Sadar jika pekerjaan yang dihindari ternyata tidak sesulit yang dibayangkan
  3. Menemukan solusi dari bagaimana menyelesaikan pekerjaan tersebut

#9. Just do it

Kita sering beranggapan jika action akan terjadi ketika ada motivasi. Tapi sesungguhnya, motivasi bisa juga muncul setelah sebuah action kita lakukan.

Misalnya saja, saat rumah berantakan, cucian piring numpuk, plus setrikaan segunung. Kondisi seperti ini mungkin membuat kita semakin malas menyelesaikan tugas beberes rumah.

Daripada dipikirkan dan hanya dipandangi, kenapa tidak lakukan saja.

Mulai saja dari pekerjaan yang paling dekat dengan Sahabat, entah itu mencuci gelas kotor, membuang tumpukan kertas ke tempat sampah, dan lain sebagainya.

Pokoknya, just do it. Dan tanpa Sahabat sadari, beberapa menit kemudian rumah mulai terlihat rapi.

#10. Gunakan pemantauan kalender

Sudah pernah mendengar tentang Seinfeld Calendar System? Kalender seinfeld merupakan sistem pelacakan produktivitas akan pekerjaan yang sedang dilakukan.

Sistem pelacakan ini membuat kita sadar, bahwa kita sedang menyelesaikan satu pekerjaan.

Nah, gunakan cara pemantauan kalender ini untuk mengatasi rasa malas yang datang. Saat melihat kesuksesan hari-hari kemarin, tentu akan sayang rasanya jika menunda melakukan pekerjaan satu atau dua hari.

Untuk mengatasi rasa malas yang datang, kita tidak perlu melakukan kesepuluh trik di atas. Cukup pilih salah satu dan lakukan.

Selamat mencoba, jangan lupa bagikan pengalaman Sahabat Motiva di grup Facebook “Produktif bersama Darmawan Aji” atau di kolom komentar di bawah.

Salam Produktif!

Leave a Comment