15 Kesalahan yang Membuat Kita Sulit Mewujudkan Rencana

Sulit mewujudkan rencana karena goals tidak jelas
Sulit mewujudkan rencana? Jangan keburu menyalahkan rencana yang dibuat. Cek dulu yuk, kesalahan yang biasa kita buat saat mewujudkan rencana.

“Aku tuh, kalau punya rencana atau cita-cita, biasanya malah sering nggak terwujud. Pokoknya mendingan langsung kerjain, deh, nggak usah pakai rencana. Pengen pergi langsung berangkat aja, nggak usah pakai rencana.”

Sahabat Motiva sering mengalami kejadian di atas, setiap punya rencana malah sering sulit diwujudkan?

Sebetulnya bukan rencananya yang salah, tapi bagaimana cara kita membuat rencana, dan kemudian mewujudkannya.

Kesalahan utama yang membuat sulit mewujudkan rencana

Ada 2 hal utama yang biasanya menjadi faktor penentu dalam mewujudkan rencana, yaitu:

  • Bagaimana rencana itu dibuat
  • Apa yang kita lakukan setelah rencana itu dibuat

Mari kita bahas satu persatu.

Kesalahan dalam goals setting

Bagaimana rencana dibuat, sangat menentukan bagaimana rencana tersebut diwujudkan. Di bagian ini ada 6 hal yang perlu kita perhatikan.

#1. Rencana yang dibuat kurang jelas

Daripada membuat rencana “nge-gym setiap hari”, coba buat lebih spesifik, seperti “Lari 2 kali putaran keliling komplek setiap hari”.

#2. Tidak bisa mengidentifikasi posisi saat ini

Akan sangat sulit mewujudkan rencana jika tidak tahu bagaimana kondisi kita saat ini.

Kita perlu tahu potensi, hal apa yang kita inginkan dan tidak diinginkan, agar tahu sejauh mana jarak antara kita dan goals yang kita inginkan.

Kita terbiasa membuat banyak rencana di kepala kita, tapi akan lebih mudah jika menentukan tujuan hidup atau membuat rencana yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan kita saat ini.

#3. Goals yang dibuat terasa tidak mungkin untuk diraih

Jika saat menentukan goals hati kita sudah tidak yakin, maka kemungkinan besar goals tersebut tidak akan pernah tercapai.

Ukuran lainnya adalah adanya perubahan pada kebiasaan kita.

Kadang, kebiasaan kita saat ini bisa memprediksi kebiasaan kita di masa depan. Jadi, jika setelah menyusun rencana tidak ada perubahan sikap/ kebiasaan kita sesuai dalam kurun waktu satu minggu, kemungkinan besar goals tersebut akan sulit diraih.

#4. Hanya sekedar membuat rencana jangka panjang

Rencana jangka panjang biasanya merupakan gambaran yang besar dan sulit diselesaikan. Jadi, pecahlah rencana jangka panjang tersebut menjadi rencana jangka pendek, dengan aktivitas yang lebih mudah diselesaikan.

#5. Goals ditulis dalam pernyataan negatif

Coba bedakan dua pernyataan ini

“Nggak nonton Netflix di hari kerja”

“Akhir pekan, it’s a Netflix time!”

Kira-kira pernyataan mana yang membuat kita bersemangat menahan diri tidak nonton Netflix?

#6. Goals atau rencana tersebut hanya ada di kepala

Jangan biarkan rencana hanya ada di kepala. Menuliskan apa yang kita rencanakan benar-benar membantu mewujudkan rencana tersebut.

Kita biasanya tidak terlalu peduli dengan apa yang tidak bisa kita lihat. Begitu juga dengan tujuan/ rencana jangka panjang, membiarkannya hanya ada di dalam kepala, akan membuat kita mudah lupa untuk mewujudkannya.

Temukan Cara Menentukan Goals Setting yang Sesuai dengan Potensimu

Kesalahan dalam mewujudkan rencana dan mempertahankan motivasi

Nah, bila goals setting sudah dilakukan dengan benar, maka kita perlu memperhatikan beberapa hal yang menghalangi terwujudnya rencana/ tujuan kita.

#7. Kebiasaan yang dimiliki tidak mendukung terwujudnya rencana

Memiliki kebiasaan yang mendukung tercapainya tujuan sangatlah penting.

Gambaran mudahnya, jika ingin menurunkan berat badan 10 kg, tapi kita malas untuk berolahraga atau mengubah pola makan, sudah jelas berat badan akan sulit turun.

Penelitian menyebutkan, rata-rata butuh waktu 66 hari untuk mengubah atau membangun kebiasaan baru. Jadi fokuslah pada membangun satu kebiasaan yang mendukung terwujudnya rencana.

#8. Lingkungan yang tidak mendukung terwujudnya rencana

Apa yang ada dipikiran teman-teman saat mendengar kata “Bukber”, sebuah wacana yang tak pernah menjadi realita? Begitulah, meski ajakan bukber selalu mendapat sambutan hangat, tapi kebanyakan rencana tersebut gagal diwujudkan.

Masalahnya, bukan pada rencana bukbernya, tapi karena mereka yang terlibat dalam rencana tersebut sebetulnya tidak benar-benar mendukung terlaksananya rencana bukber.

Begitu juga saat kita ingin mewujudkan rencana hidup kita, lingkungan dimana kita berada bisa menjadi distraksi besar yang menganggu terwujudnya rencana.

#9. Terlalu fokus pada hasil akhir

Dalam buku “Atomics Habits” James Clear mengingatkan, jika membangun sistem yang membantu tercapainya hasil lebih baik dibandingkan dengan fokus pada akhir yang kita inginkan.

Misalkan saat ingin turun berat badan, dibanding fokus pada berapa kilo berat badan kita turun, akan lebih mudah jika fokus pada pola makan yang mendukung penurunan berat badan. Cara seperti ini membantu kita fokus pada apa yang di depan kita, dibanding hasil yang masih tergantung di langit.

Mempertahankan motivasi

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam mewujudkan rencana adalah bagaimana kita mempertahankan motivasi.

#10. Mudah kehilangan motivasi saat semua berjalan tidak sesuai rencana

Mindset all or nothing biasanya menjadi peyebab kita mudah kehilangan motivasi.

Hidup memang tidak selalu berjalan sesuai rencana. Tapi dari banyaknya hari yang kita lalui, tentu kita punya hari-hari yang tidak terlalu buruk bukan?

Jadi, bagaimana jika mulai membangun “momen kemenangan kita”, agar pengalaman sukses kita semakin banyak?

Kemenangan ini tidak selalu harus hal yang besar, sekedar mampu bangun tidur saat alarm berbunyi (dan tanpa tidur lagi), atau bisa menulis dua paragraf dari draft yang tertunda lama, tidak masalah.

There’re always days that prove you’re one step closer to your goals

#11. Meremehkan hasil yang dicapai

Nah, jika sudah mendapat kemenangan kecil, hargai, tidak perlu merasa harus rendah hati. Ini tentang tujuan kita, pencapaian kecil kita, tidak ada salahnya dihargai bukan?

#12. Kehilangan semangat karena melihat banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan

Saat kita hanya melihat besar atau banyaknya pekerjaan, otak biasanya akan merasa kelelahan atau stres.

Karena itu selain membagi rencana menjadi langkah aksi yang bisa diwujudkan, penting juga memilah aktivitas mana yang bernilai tinggi (aktivitas yang punya dampak besar pada tujuan).

#13. Menyia-nyiakan waktu luang

Waktu luang sebaiknya digunakan untuk kegiatan yang membantu menuju rencana atau tujuan kita. Misalnya mengasah willpower, mendengarkan podcast, membersihkan email, merapikan file, dan masih banyak lagi.

#14. Tidak punya sistem akuntabilitas

Sistem akuntabilitas terbukti membantu tercapainya rencana/ tujuan 95%. Sistem akuntabilitas ini berfungsi untuk mengingatkan kita pada tujuan awal.

Sistem akuntabilitas dapat berupa seorang teman, aplikasi, journal, pernyataan kita yang kita bagikan di media sosial, dan lain sebagainya.

#15. Tidak bisa membuang kebiasaan buruk yang menganggu tercapainya rencana

Cobalah luangkan waktu untuk membuat daftar kebiasaan dan urutan atau pola aktivitas sehari-hari yang menurut teman-teman mengganggu usaha mewujudkan rencana

Misalkan, kebiasaan begadang karena binge watching Netflix, negatif self-talk, bolak-balik mengecek media sosial dan lain sebagainya.

Dengan punya daftar not-to-do, teman-teman akan punya visible reminder, dan membantu teman-teman lebih mudah menjauhi kebiasaan tersebut.

Bottom line

Mengetahui apa saja kesalahan yang sudah kita buat merupakan salah satu cara untuk membangun sistem pencapaian rencana yang lebih baik.

Semoga daftar di atas membantu teman-teman melakukan review dan koreksi, sehingga usaha mewujudkan rencana lebih mudah teman-teman lakukan.

Tulisan ini bermanfaat? Bagikan Sekarang

Berlangganan Artikel

Dapatkan tulisan terbaru tentang produktivitas & pengembangan diri yang lain melalui email. GRATIS.

Leave a Comment

On Key

Artikel Lainnya..

praktek mindfulness bisa dipraktekkan dalam kegiatan sehari-hari, contohnya dengan mindful eating

Praktek Mindfulness untuk Ibu

Mempraktekkan mindfulness, sebetulnya sederhana saja, yang penting tahu dan paham dengan esensinya. 4 ide ini, semoga membantu. Motivans hidup lebih mindful.